Kucing dan begal motor

kucing abu-abu diam saja di depan pintu, sementara temannya, kucing kuning kabur karena ketahuan mencicipi lauk di penggorengan.

Melihat kucing abu-abu tersebut, sambil mengambil piring, berpikir kenapa ada dua kucing dengan tingkah yang hampir berbeda. Baru saja menengok ke arah lain, kucing abu-abu itu masuk dan mendekati piring ikan, segera saya suruh keluar, agar kucing tersebut tidak terbiasa masuk ke dalam rumah. Kucing abu-abu kembali duduk di depan pintu.

Mungkin dia lapar, kalimat bodoh muncul di kepala. Ambil beberapa kepala ikan dan berikan kepada kucing itu. Kucing abu-abu memakan kepala ikan dengan cepat, lalu kembali ke posisi `menunggu` kepala ikan berikutnya.

Mungkin karena kemarin  seorang teman memposting di group chat tentang begal motor, dan saya jadi ingat teman lain yang ngobrol (juga) tentang warga yang membakar seorang begal motor. Di akhir cerita teman saya itu berkata, kalo orang-orang yang membakar begal motor itu di cabut rezekinya, mereka juga akan (mungkin) jadi begal motor.

Mencoba menyamakan antara kucing dan begal motor, lapar bisa menjerumuskan kucing dan orang ke hal-hal salah. Mungkin ada yang akan membantah dengan kalimat, ‘kenapa mereka tidak mau/ cari kerja!’.

Melihat dari orang-orang sekitar, mereka berusaha mencari kerja, memilih tidak menjadi peminta-minta. Tapi keterbatasan kemampuan/ tingkat keahlian / modal/ lembar kertas bernama ijasah tidak di miliki, kesempatan itu tertutup.

Melihat kucing abu-abu yang memakan kepala ikan, muncul pertanyaan, ‘apakah sudah membantu membukakan kesempatan?’. Jika kucing abu-abu itu bisa menanam kangkung, dan bisa memakannya mungkin dia tidak akan berdiri di depan pintu dan menunggu lemparan kepala ikan, atau menunggu kesempatan meminta tanpa ijin. Sementara untuk manusia, cara kita membantu agar mereka dapat kesempatan ‘mengisi perut’ nya & anak istri nya dengan makanan halal.

Teringat, bahwa Allah juga menitipkan rejeki orang lain melalui rejeki kita.

Ahmad Thomson dalam bukunya ‘sistem dajjal’, pada bagian yang menyoroti tentang ekonomi kapitalis yang berlandaskan kepada non rill dan hutang (riba), sementara ‘Perekonomian Islam tidak dibangun dengan hutang, namun dibangun dengan kerelaan berbagi kekayaan dari yang kaya ke yang miskin. Apa yang dituju negara kafir melalui pemungutan aneka pajak yang ditegakan dengan cara-cara zalim, dicapai masyarakat muslim dengan kerelaan berbagi’ [Thomson, Ahmad. Sistem dajjal. P 33].

Seorang ulama menuliskan, ‘jika saudara mu tidak membantu kesulitan mu, solatkanlah ia (sholat jenazah)’.

Semoga saat hidup, rejeki kita halal, tertunaikan kewajiban dan haknya seperi yang Allah terangkan, dan tidak termasuk orang masih hidup yang pantas di sholat jenazahkan. Amin.

Published by

G3n1k

just to remember what i had known :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s